STRUKTUR YAYASAN TANGGUH HUTAN KHATULISTIWA

Selama 20 tahun pengalaman kerjanya di berbagai bidang pembangunan, mulai dari kebijakan publik, reformasi iklim usaha, tata kelola pemerintahan, infrastruktur air bersih dan sanitasi, hingga konservasi hutan dan satwa, Erlinda Ekaputri, belajar tentang satu hal penting yakni permasalahan lingkungan yang dihadapi manusia pada abad ini tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan tunggal. Untuk itu, ia aktif mempromosikan dan mendorong terbentuknya kolaborasi multipihak dan multidisiplin dalam program-program pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Keyakinan ini juga diperkuat dengan ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan magister pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Erlinda Ekaputri adalah pembelajar seumur hidup (long life learner). Selama 5 tahun kepemimpinannya di Proyek USAID Lestari (2015-2020) di Aceh dan Kalimantan Tengah, ia kerap menciptakan inovasi dan menerapkan pengelolaan yang bersifat adaptif (adaptive management) terhadap berbagai perubahan yang disebabkan oleh situasi ekonomi dan politik yang berubah.
Keahliannya dalam mengembangkan Theory of Change menjadi landasan bagi LESTARI dalam menerapkan pendekatan lanskap, yaitu sebuah kerangka kerja manajemen tata guna lahan terintegrasi yang berupaya untuk mensinergikan kebijakan lintas sektor dengan tujuan guna menyelaraskan pembangunan dan tujuan konservasi.
Selain sebagai Ketua Dewan Pengawas di Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa, Erlinda juga menjabat sebagai Indonesia Country Director untuk Wildlife Works, sebuah perusahaan konservasi internasional yang mengelola 18 proyek REDD+ di Asia, Afrika dan Amerika Latin.

- Erlinda Ekaputri